Cara Agar Tidak Mudah Tersinggung Oleh Tetangga

Cara Agar Tidak Mudah Tersinggung Oleh Tetangga

jika kamu punya rumah yang sangat bagus, namun jika disamping rumahmu hidup tetangga yang menyebalkan, tetap saja rasanya ‘seperti di neraka’. Ingatan mengenai home sweet home perlahan hilang dikarenakan kelakuan-kelakuan menyebalkan tetangga. Nah kira-kira bagaimana cara agar tidak mudah tersinggung oleh tetangga? Temukan jawabannya di bawah ini!

 

  • Kenali Dirimu Sendiri dan Tetangga

Jika kamu menganggap tetanggamu menyebalkan, bisa jadi karena kamu belum mengenal siapa tetangga  kamu. Angela Clarke, psikolog dari West Chester University of Pennsylvania mengatakan bahwa jika seseorang memiliki tipikal selalu menghindari konfrontasi, maka kemungkinan stresnya sangat tinggi, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun.

 

Jadi cobalah berkaca pada dirimu sendiri, apakah kamu termasuk orang yang selalu menghindari konfrontasi? Jika iya, maka hal pertama yang mesti kamu kuasai adalah dirimu sendiri. Kamu harus siap dengan hal-hal yang tidak nyaman yang ada disekitarmu.

 

  • Tetap Jadi Tetangga yang Baik

Jika terjadi kebakaran, apa yang akan kamu lakukan, menyiramnya dengan air atau api? Tentu air bukan? Begitupun dengan hubungan bertetangga, kamu tak mungkin bisa menyelesaikan masalah dengan amarah di dada. Tetaplah jadi tetangga yang baik, karena kebaikan dan kebijaksanaan bisa mengalahkan angkara murka.

 

  • Ikut Bergembira dengan Kegembiraannya

Jika kamu sudah melakukan komunikasi face-to-face dengan tetangga dan tetangga ‘pun sudah mulai mengurangi kebiasaan buruknya, maka bergembiralah jika tetangga ditimpa kegembiraan. Misalnya tetangga  sedang mengadakan ulang tahun, maka bergembiralah dan jangan ragu untuk ambil bagian. Jangan pernah iri dengan kegembiraan tetangga, karena masalahnya justru ada di diri kamu sendiri.

 

  • Gunakan Teknik ‘Saya Agak’ Dalam Pembicaraan

Jika kamu menemukan tetangga sering memutar musik dengan keras, maka jangan katakan “woy kecilin volumenya, berisik tau!” atau “suara musiknya terlalu kencang, tolong kecilin!” Sebaiknya gunakan teknik ‘saya agak’, misalnya “saya agak sensitif dengan suara kencang” atau “saya agak tak terbiasa dengan suara kencang.”

 

Nah itulah beberapa cara agar tidak mudah tersinggung oleh tetangga, tidak terlalu rumit bukan? Namun jika tetanggamu sudah tidak bisa ditoleransi, maka sebaiknya kamu menggunakan peran mediator agar tidak sampai ke jalur hukum.

 

Author Image
Yuniar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *