Skip to content

Berbagai Macam Jenis Paragraf

  • by

Sekumpulan kalimat yang terdiri dari kalimat utama dan juga kalimat pendukung atau kalimat penjelas disebut dengan paragraf.  Secara umum paragraf adalah sebuah karangan yang terdiri dari beberapa kalimat dengan pokok pikiran sebagai pengendaliannya sedangkan pikiran penjelas menjadi pendukungnya.

Dalam sebuah karya tulis atau sastra, paragraf menjadi bagian dan unsur yang penting. Ada beberapa jenis paragraf yang ada. Pembagian jenis paragraf bisa dikelompokan berdasarkan letak kalimat utamanya atau menurut isidan tujuannya.

Berbagai macam jenis paragraf dapat ditemui di berbagai karya tulis dan sastra. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis paragraf baik berdasarkan letak kalimat utamanya serta sisinya isinya, langsung saja simak informasi yang dikutip dari web Hidupsimpel dibawah ini.

Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utamanya

Berdasarkan letak kalimat utamanya paragraf dibedakan menjadi 4 jenis. Adapun 4 jenis paragraf tersebut diantaranya adalah paragraf deduktif, paragraf induktif, paragram campuran dan paragraf ineratif.

Paragraf Deduktif

Secara sederhana paragraf deduktif dapat dikatakan sebagai paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Paragram deduktfi memiliki sifat deduksi serta dikembangkan dari pernyataan umum ke khusus. Paragraf deduktif terdiri dari kalimat utama yang terletak di awal paragraf kemudian diikuti dengan kalimat penjelas atau kalimat pendukung.

stocksnap.io

Pargraf Induktif

Paragraf induktif memiliki kalimat utama atau gagasan pokok yang terletak di akhir paragraf. Paragraf induktif bersifat induktif dengan pernyataan khusus yang dikembangkan ke pernyataan umum. Paragraf induktif biasanya diawali dengan kalimat penjelas yang kemudian dilanjutkan dengan kalimat utama yang terletak di akhir paragraf.

Paragraf Campuran

Paragraf campuran dapat dikatan sebagai gabungan dari paragraf deduktif dan induktif. Paragraf campuran diawali dengan kalimat utama yang kemudian diikuti dengan kalimat penjelas lalu dilanjutkan dengan kalimat utama lagi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada paragraf campuran terdapat dua kalimat utama yang terletak di awal dan akhir paragraf. Sedangkan dibagian tengah paragraf terdapat kalimat penjelas atau kalimat pendukung.

Paragraf Ineratif

Paragraf Ineratif merupakan kebalikan dari paragraf campuran. Paragraf ineratif diawali dengan kalimat penjelas atau kalimat pendukung kemudian dilanjutkan dengan kalimat utama setelah itu dilanjutkan kembali dengan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Dengan kata lain kalimat utama yang berada di paragraf ineratif terletak di bagian tengah paragraf.

Paragraf Berdasarkan Isinya

Paragraf berdasarkan isinya dibedakan menjadi 5 jenis. Jenis paragraf berdasarkan isinya yaitu paragraf deskriptif, paragraf narasi, paragraf eksposisi, paragraf persuasi dan paragraf argumentasi.

Paragraf Narasi

Yang dimaksud dengan paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan sebuah kejadian atau cerita secara berurutan lengkap dengan kronologisnya. Paragraf narsi sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu paragraf narasi ekspositoris dan paragraf narasi sugestif.

Adapun yang dimaksud dengan paragraf narasi ekspositori merupakan paragraf narasi yang berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informastif. Sedangkan paragraf narasi sugestif adalah paragraf narasi yang mengisahkan sebuah adegan, rekaan, khayalan ataupun imajinasi pengarang.

Paragraf Deskripsi

Secara sederhana paragraf deskriptif adalah paragraf yang dapat digunakan untuk menggambarkan suatu objek dengan menggunakan kata-kata yang dapat merangsang indra siapapun yang membacanya. Dengan kata lain melalui paragraf deskripsi, penulis ingin membuat pembaca seolah olah bisa merasakan melihat dan mendengar apa yang sedang dibaca.

Paragraf deskripsi memiliki ciri-ciri yaitu menggambarkan tempat, benda ataupun suasana tertentu dengan penggambaran yang melibatkan panca indra serta menjelaskan ciri-ciri objek yang dijelaskan seperti ukurannya, bentuk serta keadannya secara rinci.

Pargraf Eksposisi

Paragraf eksposisi secara sederhana dapat dikatan sebagai paragraf yang menyampaikan, mengajarkan, menerangkan serta menjelaskan suatu topik tertentu kepada siapapun yang menbacanya dengan tujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan pembaca.

Paragraf eksposisi memiliki ciri-ciri diantaranya memaparkan definisi dan metode tertentu dengan menggunakan bahasa yang informatif dan menginformasikan sesuatu yang tidak bisa dibayangkan dengan panca indra. Paragraf eksposisi umumnya dapat menjawak pertanyaan dimana, siapa, apa, kapan mengapa dan bagimana yang terkait suatu topik tertentu.

Paragraf Argumentasi

Pargaraf argumentasi biasanya dibuat untuk meyampaikan gagasan, ide ataupun pendapat penulis yang disertai dengan fakta dan bukti yang aktual. Adapun tujuan paragraf argumentasi adalah untuk menyakinkan pembaca mengenai ide dan pendapat tersebut terbukti benar.

Paragraf argumentasi memiliki ciri-ciri yaitu menjelaskan pendapat tertentu agar pembaca merasa yakin, memuat fakta untuk dapat membuktikan pendapatnya serta menggali sumber ide dari sebuah pegamatan yang sudah dilakukan. Selain itu paragraf argumentasi memiliki ciri lainnya seperti terdapat kesimpulan pada bagian penutupnya.

Paragraf Persuasi

Suatu bentuk paragraf yang memiliki tujuan untuk membujuk serta mempengaruhi pembaca agar mau melakukan sesuatu sesuai dengan yang ada di paragraf dinamakan dengan paragraf persuasi. Pada paragraf persuasi penulis menyertakan fakta dan bukti yang nyata untuk dapat mempengaruhi pembaca.

Paragraf persuai memiliki ciri-ciri diantaranya idenya yang berasal dari pikiran manusia serta harus bisa menimbulkan kepercayaan kepada pembaca dan sebisa mungkin menghidari konflik serta diperlukan data dan fakta yang akurat dan faktual.

Selain dibedakan berdasarkan letak kalimat dan isinya, paragraf juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi dan tujuannya. Paragraf berdasarkan fungsi dan tujuannya dibedakan menjadi 3 macam yaitu paragraf pembuka, paragraf penghubung serta paragraf penutup.