Sejarah dan Keunikan Masjid Agung Banten

Sejarah dan Keunikan Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten merupakan salah satu masjid yang bersejarah yang berada di Banten Lama, yaitu kurang lebih terletak di  10 km utara Serang, Indonesia. Masjid yang dibangun pada abad ke-16 ini adalah salah satu dari sisa-sisa peninggalan yang masih ada dari yang dulunya merupakan kota pelabuhan Banten.

Sejarah Awal Masjid Banten

Pelabuhan Banten merupakan pusat perdagangan paling makmur yang ada di kepulauan Indonesia setelah jatuhnya Kesultanan Demak pada pertengahan abad ke-16.  Masjid ini telah dibangun ketika masa pemerintahan yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin yang berasa dari Kesultanan Banten. Masjid ini menjadi sebagian dari cagar budaya yang ada di Banten yang dilindungi oleh pemerintah Banten.

Masjid Agung Banten menunjukkan desain eklektik sebagai bukti pengaruh internasional di Banten pada saat pembangunannya. Masjid ini dibangun dengan gaya Jawa. Seorang pawestren bergaya Jawa (aula samping, digunakan untuk aula shalat wanita) ditambahkan pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin. Serambi selatan masjid diubah menjadi makam berisi sekitar 15 makam.

Pada tahun 1632, menara 24 meter dibangun dan ditambahkan pada kompleks masjid ini. Menara tersebut dirancang oleh Chineseman Tjek Ban Tjut. Setelah itu, sekitar periode yang sama desain dari Hendrik Lucaasz Cardeel yang bergaya Belanda ditambahkan ke masjid tersebut. Hendrik Lucaasz Cardeel merupakan seorang Belanda yang masuk telah Islam.

unsplash.com

Arsitektur Masjid Agung Banten

Dalam arsitektur khas masjid Jawa, Masjid tersebut terdiri dari aula yang digunakan sebagai tempat doa utama dan beranda tertutup dengan serambi. Serambi merupakan struktur seperti serambi memilii desain semi-melekat yang menyediakan dan memiliki pintu masuk ke ruang doa utama. Doa utama memiliki atap dengan lima tingkat yang didukung oleh empat pos utama atau saka guru.

Tiga tingkat teratas disusun agak unik. Desain ini lebih mirip seperti pagoda Cina daripada atap multi-tingkat biasa yang memioliki arsitektur Jawa. Ada perselisihan tentang jumlah asli dari tingkatan aula doa utama. Sketsa kota pada tahun 1596, 1624, 1661 dan 1726 menunjukkan jumlah tingkat tidak lebih dari tiga tingkatan, sedangkan Valentijn pada tahun 1858 menyebutkan jumlah tingkat adalah lima seperti sekarang.

Beranda tertutup ditambahkan ke bangunan masjid utama, dibangun di sisi utara dan selatan masjid. Masjid ini memiliki tembok besar dan tinggi dengan ukuran mencapai 2 hektar. Pagar ini ditemaptkan pada sisi timur dan sisi barat. Pada sisi timur tembok, terdapat gapura yang berjumlah dua buah yang terletak di bagian sisi utara dan sisi kanan.

Menjadi kota pelabuhan, Masjid ini memiliki unsur-unsur eklektik, yang muncul dalam keseluruhan ruang masjid, menara, dan bangunan tiyamah. Menara ini adalah ikon populer dari Masjid Agung yang ada di Banten ini. Menara tersebut merupakan menara yang terdiri dari batu bata setinggi 24 meter, dengan dasar segi delapan berdiameter kurang lebih 10 meter.

unsplash.com

Bentuknya akan mengingatkan pada bentuk mercusuar. Arsitekturnya juga menampilkan perpaduan dari pola Mughal India dan juga dekorasi dari sebuah candi kuno. Di samping masjid ini terdapat bangunan berlantai dua yang dibangun dengan gaya Belanda pada abad ke-17. Bangunan tersebut lebih dikenal sebagai tiyamah.

Tiyamah ini didirikan atas perintah Sultan Haji dari Banten dan dirancang oleh seorang Belanda, Hendrik Lucaasz Cardeel. Hendrik Lucaasz Cardeel merupakan orang yang masuk Islam dan menjadi anggota pengadilan Banten dengan gelar Pangeran Wiraguna.  dan merancang bangunan ini yang sekarang berdiri di sisi barat daya Masjid Agung. Itu masih digunakan sebagai pusat studi Islam.

Masjid ini memiliki bentuk pintu yang unik. Pintu dari masjid ini memiliki desain yang relatif pendek dengan tujuan bahwa siapa saja yang berkunjung ke masjid ini harus masuk dengan posisi menunduk. Hal ini ditujukan bahwa manusia tidak sepantasnya sombong dihadapan Allah. Desain lain yang patut acungi jempol salah satunya yaitu desain karpet yang bagus. Harga karpet masjid dari masjid ini memang memiliki kualitas terbaik.

unsplash.com

Masjid yang berada di Banten ini tidak hanya berfungsi sebagai temapt ibadah sehari-hari saja, akan tetapi juga sebagai salah satu tempat destinasi atau tempat wisata religi yang memiliki sejarah di kota Banten. Pengunjung atau jamaah dapat melihat dan menikmati arsitektur bergaya kuno sekaligus melihat kemegahan yanga berasal dari masa kesultanan Banten.

Di Masjid Agung ini juga terdapat pula kompleks makam para Sultan-Sultan dari Kesultanan Banten beserta dengan keluarganya.  Adapun makam-makam yang terdapat di Masjid Agung tersebut yaitu makam Sultan Hasanuddin dan juga istirnya, makam Sultan Abu Nasir, makam Sultan Ageng Tirtayasa, makam Sultan Zainul Abidin, dan makam Sultan Maulana Muhammad.

Masjid ini selalu ramai jamaah ketika menjelang bulan ramadhan yang memiliki tujuan untuk berziarah ke makam para ulama dan Sultan yangn ada di Banten. Selain itu tujuan mereka tak lain untuk menikmati sejarah dan juga desain dari masjid ini. Terlebih karpet dari masjid ini memiliki kualitas yang berbanding lurus dengan harga karpet masjid dengan yang dimiliki.

Author Image
Yuniar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *