Wajib, Niat Umroh Untuk Mengawali Ibadah Di Tanah Suci!

Wajib, Niat Umroh Untuk Mengawali Ibadah Di Tanah Suci!

Kewajiban dari niat umroh yang dimaksud di sini tak lain adalah niat untuk memulai ibadah. Bukan niatan untuk melaksanan umroh dari rumah. Makanya, Anda perlu membedakannya dengan baik.

Umroh sudah menjadi ibadah sunah yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin di tanah air. Umroh dipandang sebagai haji kecil. Pelaksanannya bisa dilakukan kapanpun. Artinya, tidak ada ikatan waktu seperti ibadah Haji yang hanya dilakukan di bulan haji saja.

Fleksibelnya waktu membuat jamaah yang sudah rindu ke tanah suci berniat untuk melakukannya. Apalagi keinginannya didukung dengan keberadaan travel tour di sekitarnya. Travel tour ini bersedia untuk memfasilitasi jamaah dengan memberikan tawaran umroh murah.

Setelah terdaftar sebagai calon jamaah umroh, para jamaah bisa mempersiapkan diri. Ketika sudah sampai di sekitar tanah suci, seseorang bisa memulai ibadah tersebut. Yakni dimulai dengan melafalkan niat untuk ihrom dan umroh.

Lafal Niat Untuk Memulai Umroh

pixabay.com

Niat umroh ini wajib diucapkan dalam hati. Niat yang dimaksud adalah niat untuk memulai ihrom di miqot. Dari setiap jamaah yang hadir, miqot ini berbeda-beda.

Perbedaan ini ditentukan oleh dimana jalur yang akan dilalui oleh jamaah. Di situlah jamaah bisa memulai menggunakan pakaian ihrom. Kemudian jamaah diwajibkan untuk melafalkan niat untuk mendukung sahnya ibadah.

Niatan ini sebenarnya bisa dilafalkan dengan bahasa sendiri. Tempatnya di dalam hati. Namun untuk mendukung pengukuhan niat, melafalkannya adalah cara yang terbaik. Setidaknya, itu adalah anjuran yang bila dilakukan akan bermanfaat.

Mengenai niatannya, jamaah bisa melafalkan dengan lafal Labbaika Umrotan. Artinya adalah aku sambut panggilanMu dengan menjalankan umroh.

Untuk kesempurnaannya, Anda bisa memilih untuk melafalkan niatan seperti ini. Nawaitu alumrota waahramtu biha lillahi ta’ala labbaika allohumma biumroti. Artinya adalah kuniatkan untuk umroh dan berihrom karena Alloh SWT, dan Aku sambut panggilanMu Ya Alloh dengan melaksanakan Umroh.

Niatan ini dilakukan di tempat miqot. Dari sini pula, jamaah sudah mulai memakai pakaian ihrom sesuai ketentuan. Dan saat itu pula larangan-larangan ihrom mulai berlaku.

Miqot Untuk Jamaah Indonesia

Miqot dipahami sebagai batas yang sudah ditentukan untuk memulai ibadah. Batasan ini terbagi menjadi dua. Pertama adalah batasan waktu yang dikenal dengan miqot zamani. Kedua adalah batasan tempat yang dikenal dengan miqot makani.

Miqot zamani sendiri untuk pelaksanaan umroh dilakukan tiap waktu. Ini berarti bahwa setiap hari, jamaah boleh melaksanakannya. Karena tidak ada batasan waktunya seperti yang ditemukan saat haji.

Sementara miqot makani adalah batasan tempat yang sudah ditentukan. Batasan ini menjelaskan tentang tempat antara kota terluar Makkah dan Kota Suci. Pada garis demarkasi inilah para jamaah yang akan masuk Makkah diwajibkan niat untuk umroh ataupun haji.

Untuk jamaah dari Indonesia, batasan untuk memulai ibadah ini berada di Yalamlam. Kota ini adalah batasan utama untuk melafalkan niat.

Namun begitu, ada kondisi khusus yang memungkinkan jamaah untuk melafalkan di kota lainnya. Ini tergantung pada kawasan mana yang akan dilalui. Misalnya pada jamaah haji gelombang pertama, miqot makaninya berada di Dzulhulaifah.

Mengenai tempat dimulainya ihrom dan niat, Anda sebenarnya tidak perlu khawatir. Terutama Anda yang memanfaatkan keberangkatan dengan travel tour. Karena travel tour ini selalu membawa pemandu yang nantinya akan memberikan informasi tentang kapan seharusnya melafalkan niat tersebut.

Cara Menggunakan Pakaian Ihrom

pixabay.com

Ketika berada di Miqot makani, praktis jamaah sudah harus berbenah. Yakni mulai mempersiapkan diri untuk memakai pakaian ihrom. Terlebih dahulu, mandi dan wudlu untuk memperoleh kesunahan.

Setelah itu, pakailah pakaian ihrom berwarna putih tanpa dijahit. Di sini, kami akan jabarkan tentang cara menggunakannya bagi kaum lelaki saja.

Kain yang dibutuhkan sebanyak 2 helai. Kain paling bawah harusnya lebih tebal. Sementara kain atasan tidak terlalu tebal.

Kain bawahan dipakai layaknya ketika menggunakan sarung. Caranya cukup dengan dilipat dan dikencangkan secara manual. Sementara kain atasan hanya dijadikan seperti selendang.

Yang perlu dipahami, kaum lelaki dilarang untuk menggunakan celana dalam atau pakaian dalam. Murni hanya dua helai kain tersebut tanpa ada jahitan. Kemudian bagian bawah seharusnya sudah cukup untuk menutupi aurat lelaki.

Kemudian yang tak kalah penting adalah bagian bawahnya tidak melebihi mata kaki. Bahkan lelaki yang ihrom dilarang untuk mengenakannya sebagai penutup kepala. Karena itu menjadi larangan.

Kesimpulannya, yang dinilai oleh Alloh adalah niatan orang. Niat di miqot untuk memulai ibadah ini yang sangat krusial. Anda perlu melafalkan niat umroh di miqot dengan lisan dan hati agar umroh menjadi sah.

Author Image
Yuniar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *